Novel: Bumi
Pengarang: Tere Liye
Penerbit: PT Gramedia Pustaka
Cetakan: kedua 2014
Halaman: 440, Tebal: 20 Cm
ISBN: 978-602-03-0112-9
Sinopsis Novel:
Namaku Raib, usiaku 15
tahun, kelas sepuluh. Aku anak perempuan seperti kalian, adik-adik kalian,
tetangga kalian. Aku punya dua kucing, namanya si Putih dan si Hitam. Mama dan
papaku menyenangkan. Guru-guru di sekolahku seru. Teman-temanku baik dan
kompak.
Aku sama seperti remaja
kebanyakan, kecuali satu hal. Sesuatu yang kusimpan sendiri sejak kecil. Sesuatu
yang menakjubkan. Namaku Raib. Dan aku bisa menghilang.
Resensi Novel:
Novel Bumi karya Tere
Liye ini mengisahkan anak perempuan yang berumr 15 tahun bernama Raib. Sejak
kecil dia mempunyai kelebihan yang dirahasiakan dari kebanyakan orang yaitu
bisa menghilang. Ayah dan ibunya bahkan tidak tahu tentang kelebihan anaknya
itu. Orang yang pertama kali mengerti adalah temannya yaitu Ali.
Awalnya memang tidak
begitu terlihat bahwa novel ini akan bergenre sama dengan novel Narnia atau
Harry Potter. Novel ini ternyata banyak sekali mengandung unsur fantasinya.
Raib awalnya tidak mengerti mengapa dia bisa menghilang. Akhirnya Raib bertemu
dengan Tamus. Tamus adalah orang dari dunia lain yang mengirim kucing si Putih
dan si Hitam ke rumah Raib. Si Hitam ternyata adalah suruhan Tamus yang disuruh
untuk mengawasi Raib. Si Hitam tidak bisa dilihat oleh mata manusia karena dia
berasal dari dunia lain.
Petualangan di mulai
ketika Raib, Seli, dan Ali masuk ke ruang aula sekolah. Mereka bertemu dengan
Tamus dan anak buahnya di sana. Mereka datang melalui lubang yang menghubungkan
antara bumi dengan dunia lain. Tamus adalah sosok jahat yang ingin menguasai
empat lapisan dunia yang berbeda. Pada saat bertarung dengan Tamus, Raib dan
kawan-kawan berhasil lolos karena dibantu oleh Miss Selena (guru Raib). Miss
Selena pun menghadapi Tamus sendirian. Akhirnya Raib dan kawan-kawan terpaksa harus
mencari keberadaan Tamus untuk menyelamatkan Miss Selena.
Pada pertengahan cerita
dijelaskan bahwa di bumi ini mempunyai empat dunia berbeda. Dunia Bumi, Bulan,
Matahari, dan Bintang. Mereka hidup secara bersamaan di tempat yang sama, namun
tidak bersetuhan sama sekali. Raib dan kawan-kawan akhirnya mencari jawaban
atas diri mereka dengan berpetualang di dunia Bulan.
Novel ini menarik untuk
dibaca ketika dilihat dari synopsis yang berada di punggung Novel. Kalimat yang
menarik yang akhirnya banyak mendatangkan pembeli adalah, “Namaku Raib dan aku
bisa menghilang.” Kata-kata itulah yang menarik pembaca untuk membeli novel
tersebut. Banyak pesan-pesan yang ingin di sampaikan oleh Tere Liye lewat
karyanya. Tere Liye memang dikenal tidak ingin mempublikasikan identitas
dirinya, namun sisi positifnya adalah tulisannya sangat produktif.
Dilihat dari novel ‘Bumi’
ini, Tere Liye pun terkesan menutupi tempat kejadian dimana Raib dan
kawan-kawan tinggal. Dia lebih menggantinya dengan kata-kata pengalihan seperti
misalnya “Raib pun menyebutkan nama sekolahnya”. Salah satu alasannya mungkin
pengarang ingin menciptakan imajinasi yang liar tanpa harus terpatok dari suatu
wilayah. Jika pengarang mematokan wilayah tertentu misalnya Jakarta pasti
pemikiran liar pembaca akan cenderung sempit. Pembaca akan langsung
membayangkan kota Jakarta yang macet, padat, dan penuh dengan gedung-gedung
bertingkat. Hal itu menyebabkan sulitnya untuk memunculkan unsur logis dalam
suatu cerita ketika seorang dari Jakarta masuk ke dunia lain. Pembaca justru
mungkin akan terasa heran atau bertanya-tanya.
Dalam karya ini,
pengarang lebih mengganti tempat dengan penggambaran yang indah. Kata-kata yang
digunakan tepat dan sangat mudah dibaca sehingga pembaca tidak akan lelah
membaca novel setebal 440 halaman itu. Sama seperti novel petualangan lain yang
menyisakan adegan terpotong di setiap episodenya, Tere Liye pun menggunakan
trik itu. Pembaca seakan dibuat penasaran akan episode selanjutnya. Yang
menarik disini, setiap episode dibuat pendek yaitu berkisar antara 4-6 halaman
saja. Itu membuat pembaca akan semakin penasaran untuk membaca episode selanjutnya.
Terlebih lagi dibagian akhir cerita diselipi kata-kata yang terpotong. Memang
novel Bumi ini adalah seri pertamanya. Seri keduanya adalah novel Bulan. Jadi,
pembaca akan semakin tertarik untuk menunggu seri berikutnya.
Pesan yang ingin
disampaikan juga sangat banyak. Sebagai manusia harusnya sadar bahwa pada
setiap diri manusia sebenarnya mempunyai kekuatan yang menakjubkan. Selain itu,
persahabatan yang dijalin antara Raib dan kawan-kawan menunjukan solidaritas
dan sikap saling menghargai antara manusia dengan karakter dan sifat yang
berbeda.
Jika dikaitkan dengan
masa sekarang ini, bumi memang sedang membenahi dirinya. Banyak bencana alam
baik yang diakibatkan manusia atau pergerakan bumi itu sendiri. Manusia
seharusnya lebih melestarikan bumi dengan sebaik-baiknya sehingga masa depan
anak manusia lainnya akan lebih baik. Namun, bila manusia tetap egois dengan
keinginannya tanpa memikirkan masa depan bumi akibatnya bukan Bumi saja yang “membenahi”
diri, mungkin di atmosfer bumi sendiri akan membenahi diri. Yang terjadi adalah
bencana alam yang akan semakin meningkat.
Surakarta, 7 Mei 2014
Novel fantasi yang menakjubkan bukan?
BalasHapusnovel ini keren! pengen baca series kedua bulan!
BalasHapusBang tere memang selalu begitu :)
BalasHapusbagusssss
BalasHapusbagusssss
BalasHapussaya beli uman 50k di toko buku. dan saya lagi mencari kelanjutan ceritanya yang berjudul komet, soalnya bumi, bulan , matahari dan bintang sudah saya baca. dan ini cerita yang seru dan membuat para pembaca penasarann
BalasHapus