Selasa, 22 Juli 2014

Berita: Sejumlah Posko Mulai Didirikan




Arus lalu lintas semakin padat menjelang hari raya idul fitri namun bagi pengendara yang merasa kelelahan atau sakit bisa beristirahat di rest area yang telah disediakan oleh Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informasi (Dishubkominfo) Kota Solo. Sampai saat ini sudah enam posko yang telah didirikan untuk kenyamanan para pengendara. Posko tersebut mulai didirikan dari H-7 hingga H+7 lebaran.
Lokasi posko yang didirikan diantaranya berada di depan Superindo Jl. Adi Sucipto, bekas Pertamina Gilingan Jl. Achmad Yani, depan Danarhadi Jl. Bayangkara, Taman Satwa Taru Jurug, palang kereta api Joglo Jl. Kadipiro, dan terminal Tirtonadi.
Posko yang berada di Taman Satwa Jurug sedikit mengalami keterlambatan untuk mendirikan posko namun diperkirakan segala fasilitas akan segera disediakan sebelum puncak kemacetan. Sementara itu, posko di Pertamina Gilingan sempat mengalami masalah dalam jaringan internet dan juga keterlambatan datangnya petugas puskemas dari dinas kesehatan. Namun, posko lainnya sudah lengkap dan siap untuk melayani para pengendara.
Ary Kusnandar, staf Dishubkominfo menjelaskan bahwa traffic counting sudah dimulai hari Senin. “Kami menghitung jumlah kendaraan dari sepeda motor, mobil pribadi, kendaraan sedang, dan kendaraan berat setiap 15 menit sekali baik dari barat ke timur maupun sebaliknya,” ujarnya. Saat ini jumlah data yang baru di dapat dari posko depan Superindo rata-rata arus dari barat ke timur 700 kendaraan sedangkan dari timur ke barat 500 kendaraan. Menurutnya, Dinas perhubungan dan jajaran kepolisian memperkirakan H-4 lalu lintas akan mulai padat.
Fasilitas yang disediakan antara lain tempat tidur untuk beristirahat, televisi, wa-fi, minuman dan makanan ringan, obat-obatan, dan info mengenai arus lalu lintas. “Untuk penangan yaang diberikan, kami menyediakan pengobatan dari puskesmas terdekat,” lanjutnya.
Sementara itu, Ary Wibowo, koordinator traffic counting menambahkan informasi mengenai aplikasi untuk memudahkan para pengendara. Aplikasi yang bernama Solo Destination itu dapat diunduh gratis melalui ponsel. “Aplikasi ini dapat memudahkan pengendara. Banyak fasilitas yang diberikan salah satunya yang menarik adalah info lalu lintas. Di sana terdapat live cctv streaming sehingga pengendara dapat melihat meihat kepadatan kendaraan lalu lintas dan memilih jalan yang sekiranya lebih lenggang,” ujarnya.(mg1/mg4) 

Rabu, 16 Juli 2014

Berita: Assalaam Adakan Pesantren Kilat untuk Anak Difabel



Allah telah menciptakan apa manusia dengan sebaik-baiknya. Setiap manusia berhak mendapatkan apa yang dia inginkan termasuk ilmu pengetahuan mengenai agama. Itulah latar belakang diadakannya pesantren kilat untuk anak-anak difabel atau penyandang cacat, Selasa (15/7) di Pondok Pesantren Modern Islam (PPMI) Assalaam.
Kegiatan tersebut diadakan karena PPMI Assalam dipercaya oleh Kementrian Pendidikan dan kebudayaan (Kemendikbud) khususnya dari pendidikan dasar (dikdas) menjadi tempat pesantren kilat. Pasantren kilat itu akan dilaksanakan dalam satu hari dari pagi hingga selesai salat tarawih.
Acara itu diawali dengan sambutan dari pemimpin Ponpes Assalam Drs. H. Uripto Mahmud Yunus M. Ed, kegiatan mengelilingi Ponpes, dan ramah tamah atau perkenalan dengan pengasuh Ponpres. Selain itu ada pula materi yang diberikan untuk para peserta yakni, ilmu agama, etika, dan akhlak. Jumlah peserta yang mengikuti pesantren kilat itu diperkirakan 270 orang beserta dengan pendampingnya.

 “Pasantren kilat tersebut merupakan bagian dari salah satu misi kita untuk memberikan edukasi pada masyarakat agar mereka mendapatkan nilai-nilai yang diharapkan dalam kehidupan sehari-hari. Selain itu agar mereka merasakan bagaimana menjadi seorang santri walau hanya sehari,” ujar Qamaruddin, humas PPMI Assalaam menuturkan tujuan diadakannya pasantren kilat untuk difabel.
Kegiatan lain yang biasa dilakukan di dalam PPMI Assalaam ini yakni takjil ramadan yang dilakukan bersama masyarakat sekitar diawali dengan kajian agama selama Ramadan. Kemudian, pada tanggal 18 Juli nanti akan diadakan itikaf menjelang 10 hari terakhir Ramadan. Lalu ada pula pengamatan hilal menjelang idul fitri yang dilakukan di Observatorium PPMI Assalaam.(mg1/mg4)

Radar Solo, 16 Juli 2014

Senin, 14 Juli 2014

Berita: Cahyo Alkantana Berkunjung ke UNS


Ramadan tidak membuat seseorang menghentikan kegiatannya begitu saja. Seperti halnya mahasiswa pencinta alam (mapala) dari Sentraya Buana yang mengadakan acara talk show di ruang seminar Fakultas Sastra dan Seni Rupa (FSSR) UNS, Sabtu (12/7). Talk show dokumentasi petualangan yang mengusung tema “Kulihat Kudengar Kuabadikan” tersebut diadakan mulai dari pukul 15.00 hingga pukul 18.30. Dalam acara tersebut juga diadakan buka bersama dengan bintang tamu ternama yakni Cahyo Alkantana, vidografer sekaligus host Teroka di Kompas TV.
Sebelum acara dimulai, pembawa acara mempersilakan Baharudin, mahasiswa dari SKI FSSR UNS untuk melantunkan ayat suci Alquran terlebih dahulu. Soepono Sasongko, Pembantu Dekan III FSSR UNS mengaku sangat berterima kasih terhadap panitia atas terselenggaranya acara ini dan juga terhadap Cahyo Alkantana atas kehadirannya.
“Semoga acara ini dapat memberikan pencerahan dan motivasi kepada hadirin untuk lebih menggali lagi minat dan bakatnya sebagai seorang petualang. Alangkah bagusnya bagi Anda yang suka berpetualang semoga dapat mengkolaborasikannya dengan dunia keilmiahan sehingga tidak semata-mata hanya sekedar berpetualang,” ujar Soepono Sasongko dalam sambutannya.

Cahyo Alkantana menceritakan perjalanan hidupnya dari kecintaannya dalam beladiri silat hingga akhirnya bertemu tertarik untuk menjelajah karena sering berlatih silat di alam terbuka. Seorang diver yang mendapat beasiswa dari S1 hingga S3 itu juga menyampaikan bahwa di dalam film dokumenter  harus ada SEA, yakni Sience, Education, dan Adventure.
Pria yang pernah menjadi mahasiswa jurusan arsitek di Universitas Atmajaya itu juga tidak segan-segan memberi saran dan motivasinya bagi mahasiswa baik itu pencinta alam maupun secara umum untuk mendapatkan kesuksesan. “Apa yang kalian inginkan harus kalian kejar sampai dapat! Seseorang harus mempunyai target agar sesuatu yang diinginkan dapat tercapai!” terang pria yang juga videografer andalan National Geographic dan BBC Knowledge itu.
Nasitha Khurun, ketua panitia acara menuturkan bahwa sebagai pecinta alam sebaiknya dapat mendokumentasikan perjalanannya sehingga tidak hanya sekedar perjalanan yang membuang waktu tanpa mendapatkan ilmu dan manfaat. “Ada tiga hal yang menjadi latar belakang kami untuk mengadakan acara yang bertajuk dokmentasi petualangan ini. Kita tidak boleh membunuh kecuali waktu, tidak boleh meninggalkan sesuatu kecuali jejak, dan tidak boleh mengambil sesuatu kecuali gambar. Yang ketiga itulah yang membuat kami merealisasikannya dalam bentuk acara seminar seperti ini,” ujar mahasiswa tingkat semseter dua tersebut.
Nasitha pun berharap agar peserta yang menyaksikan acara ini setidaknya dapat mengerti cara pengambilan film dokumentasi petualangan serta mendapat inspirasi dan motivasi dari pembicara yang berkualitas.(mg1/mg4)

Jumat, 11 Juli 2014

Berita: Mandiri Tidak Ketinggalan untuk Berbagi Takjil




Ramadan merupakan momen yang sangat tepat untuk beramal dan memperbanyak pahala. Hal itu tidak dilewatkan oleh salah satu bank pemerintah Mandiri untuk membagi-bagi takjil kepada masyarakat sekitar, Jumat (11/7). Kegiatan tersebut diadakan menjelang buka puasa dan dikhususkan kepada masyarakat kecil seperti tukang becak, tukang sapu, pengamen, pengemis, dan pejalan kaki yang kebetulan lewat di depan Mandiri.
“Acara ini ditujukan untuk karyawan dan keluarga beserta dengan masyarakat umum,” ujar Anas salah satu panitia acara. Anas juga menyatakan bahwa acara ini berkaitan dengan bulan suci Ramadan dan Mandiri ingin memberikan kontribusi kepada masyarakat. Acara ini akan diadakan untuk kedua kalinya pada tanggal 19 Juli 2014 mendatang. Tidak ada tema khusus untuk acara seperti ini, hanya saja ingin membantu masyarakat luas saja.
“Untuk yang kedua kalinya kami akan mengundang anak yatim untuk disantuni,” terangnya. Bank Mandiri tidak ingin dibilang hanya mengurusi urusan uang dan traksasi tapi ingin menunjukan bahwa mereka sangat peduli kepada masyarakat sekitar terutama masyarakat kecil. Makanan yang disajikan antara lain adalah kolak, kacang, lapis dan aneka makanan ringan.
Sementara itu acara yang diadakan di dalam kantor berupa pengajian, buka puasa bersama, salat magrib dan tarawih bersama. Acara itu juga akan diisi dengan tausiah dari Agus Waluyo dari Karangpandan.
Menurut Yeni, pekerja yang bekerja di Solo Baru, dia merasa sangat senang karena baru pertama kali mendapat takjil gratis seperti ini. Ibu yang berasal dari Baki tersebut kebetulan lewat di depan Mandiri.(mg1/mg4)   

Kamis, 10 Juli 2014

Berita: Distro Meramaikan Bulan Ramadan




Di pertengahan bulan Ramadan sudah mulai terlihat banyak orang yang meramaikan tempat-tempat tertentu salah satunya pusat perbelanjaan. Hal itu dimanfaatkan oleh event oganizer Langit Biru Creativindio dari semarang untuk mengadakan Distro Clothing Festival yang diadakan di Gedug Graha Wisata pada tanggal 10-13 Juli mendatang. Tema yang diusung kali ini adalah lebaran fiesta 2014.
Acara ini bukan hanya diadakan sekali namun sudah sejak dari tahun 2007. Biasanya diselenggarakan tepat pada momen-momen tertentu seperti pada tahun baru lalu. Selain untuk memeriahkan Ramadan, tujuan lainnya adalah untuk membantu distributor outlet (distro) untuk menjajakan produknya sendiri tanpa melalui toko-toko kecil. “Dengan adanya event ini mereka bisa berjualan sendiri sehingga bisa langsung mengenalkan produknya dengan masyarakat,” ujar Yuda salah satu panitia event organizer.
Barang yang dijajakan beraneka ragam dari mulai baju, kaos, hem, celana, tas, eksesoris, dan lain-lain. Kemungkinan acara yang dibuka dari jam 10.00 hingga 22.00 tersebut akan semakin ramai pada malam hari. Tiketnya pun relatif murah dengan harga Rp. 10.000,00 pengunjung langsung dapat masuk untuk membeli barang sesuai dengan keinginan. “Acara ini sebenarnya adalah sebuah rangkaian tour ke lima kota antara lain Yogyakarta, Surakarta, Semarang, Purwokerto, dan Tegal,” ucap Yuda.
Menurut Yoga, salah satu pengunjung, merasa kualitas yang dijajakan sangat baik dan acaranya pun sangat menarik. “Saya berharap acara semacam ini diadakan lagi, karena barang-barangnya cukup berbeda dengan yang biasa dijajakan dipasaran,” ujar pria yang berasal dari Karangannyar tersebut. Yoga sendiri telah membeli beberapa barang belanja seperti jaket, baju, dan tas. (mg1/mg4)

Radar Solo, 10 Juli 2014
            

Senin, 07 Juli 2014

Berita: Bazar Kampung Ramadan Meriahkan Masjid Al-Falah





Kegiatan dalam rangka mengisi bulan Ramadan 1435 H ditunjukan oleh Komunitas Ukuwah Remaja Masjid Al-Falah (KURMA) dengan mengadakan bazar “Kampung Ramadan”, Senin (7/7). Sekitar 25 stan dagangan terisi penuh oleh para warga Cinderejo Kidul, Gilingan, Surakarta. Stan untuk warga sekitar diberikan cuma-cuma, sedangkan pengisi stan yang dari luar kampung Cinderejo dihargai Rp 50.000,00. Menurut Rio, ketua panitia, pengisi stan diprioritaskan untuk warga sekitar.     
Bazar ini diselenggarakan dari tanggal 6-15 Juli 2014. Acara ini dibuka dari pukul 15.00 sampai pukul 18.30. Awalnya acara ini diadakan dari pukul 14.00 namun karena kondisi yang tidak memungkinkan akhirnya dialihkan mejadi pukul 15.00. Bazar tersebut menjual berbagai macam makanan ringan, pakaian muslim, pakaian batik, pakaian anak-anak, accesoris dan pernak-pernik.  Meskipun suasana mendung, namun antusias warga sangat tinggi untuk mengikuti kegiatan bazar tersebut. Acara semakin ramai pada malam hari karena para pedagang PKL ikut menjajakan dagangannya di bazar tersebut.
Tujuan diselenggarakannya acara ini untuk mengawali panitia renovasi Masjid Al Falah dan memakmurkan serta meramaikan Masjid Al-Falah. “Kegiatan ini juga sebagai perkenalan diri bahwa Masjid Al-Falah ini mempunyai beraneka ragam kegiatan. Kami ingin menunjukan organisasi di Masjid Al Falah sangat aktif,” ujar Rio. Rio mengaku acara ini dimulai dari tekad yang kuat bahkan tidak mengeluarkan dana sedikitpun. Untungnya banyak sponsor dan donatur yang mendukung terselenggaranya bazar ini.
Sriwahyuni, salah satu pengisi stan bazar merasa sangat senang diadakan acara semacam itu. Ibu yang berasal dari Sangkrah itu menjual pepes bandeng, bakmi toprak, sayur pare, tahu acara, dan nasi bumbu Bali. “Saya harap kegiatan seperti ini diadakan lagi. Soalnya saya bisa jual makanan dan mendapatkan banyak untuk dari acara itu,” ujar Sriwahyuni.
Bazar ini merupakan penutupan dari serangkaian acara kegiatan pengajian akbar dan karnaval anak-anak TPA bertajuk Kampung Ramadan. Penutupan Bazar ini akan diselenggarakan pada tanggal 14 Juli bertepatan dengan 17 Ramadan atau Nuzulul Qur’an. KURMA juga mengumpulkan anak-anak dari berbagai komunitas Masjid untuk mengadakan acara lain seperti dongeng untuk anak. (mg1/mg4)

Radar Solo, 7 Juli 2014

Sabtu, 05 Juli 2014

Berita: Semangat Peserta Sanlat Belajar Qiroah




Pembacaan Alquran mempunyai bermacam-macam irama. Kesenian membaca Alquran dengan baik dan melalaui kaidah-kaidah yang telah ditentukan disebut sebagai qiro’ah. Kegiatan melantukan seni suara Alquran itulah yang sedang dipraktekan para peserta pasantren kilat Pondok Pasantren (Ponpes) Al-Muayyad, Jumat (4/7). Dalam kegiatan tersebut terlihat para santri melantunkan irama Alquran mengikuti arahan dari gurunya.
Menurut H.M. Ahmad Mundzir Sulaiman terdapat tiga metode dalam melantunkan lagu Alquran, diantara lain adalah tahkik, murottal, dan taghonni. Metode yang sering dilantunkan adalah taghonni. Di Indonesia, Tahgonni dibagi menjadi tujuh lagu yaitu bayati, shoba, hijaz, nahawand, rost, banjaka, dan sikah. Jika dalam acara biasa, ketujuh lagu tersebut tidak harus dilantunkan, tetapi jika dalam perlombaan MTQ biasanya diharuskan melantunkan ketujuh lagu tersebut. Biasanya bayati harus dilantunkan diawal dan diakhir pembacaan Alquran.
Kriteria penilaian dalam qiro’ah ada tiga, yaitu tajwid (keutuhan tajwid), fashohah (keutuhan lagu dan penempatan ayat), dan suara (keunikan irama, variasi, dan tempo lagu). Kesalahan yang biasa terjadi dilakukan oleh para pembaca Alquran adalah kesalahan khafi (ringan) seperti menghilangkan mad thabi’i, mad jaiz, gunnah, bilagunnah, dan tajwid lainnya. Kesalahan lainnya dalah kesalahan Jali (besar), misalnya muroatul harakat (salah mengucapkan harakat), muroatul huruf (salah melafalkan huruf), muroatul kalimah (meninggalkan salah satu kalimat), dan muroatul ayat (meninggalkan salah satu ayat).
“Qiro’ah ini bertujuan untuk mengembangkan seni suara membaca Alquran yang sudah merupakan budaya turun-temurun,” ujar guru qiro’ah yang berasal dari Purwokerto tersebut. Kemudian dia juga menjelaskan bahwa para santri baru dapat menguasai qiro’ah ini minimal setelah melewati pendidikan selama dua tahun. Ahmad Mundzir berharap agar para santrinya sedikitnya dapat menyamai prestasinya yang telah menjuarai tingkat nasional atau bahkan bisa melebihi dirinya.
Para santri biasanya dikelompokan menjadi dua bagian. Bagian pertama bagi murid yang kurang menguasai qiro’ah, dan bagian kedua adalah murid yang sudah memahami qiro’ah. Ahmad Mundzir justru lebih intensif memberi pelajaran kepada santri yang belum menguasai qiro’ah agar bakat mereka dapat lebih terasah lagi.
Fadila salah satu peserta pasantren mengaku menyukai pelajaran qiro’ah karena terinspirasi dari ayahnya. Dia sempat menguasai qiro’ah sebelumnya, kemudian termotivasi kembali untuk mengasah bakatnya tersebut. “Aku pengen mendapatkan piala atau penghargaan suatu saat nanti dalam bidang qiro’ah ini,” ujarnya. (mg1/mg4)

Radar Solo, 5 Juli 2014